Langkah-langkah cara jualan di tokopedia bisa Bunda dapatkan langsung (dan lengkap) melalui website resmi tokopedia di link ini: https://seller.tokopedia.com/mulai-berjualan/ . Rincian dengan screenshoot dan penjelasan lengkap bisa Bunda dapatkan di link ini: https://seller.tokopedia.com/mulai-berjualan/.

Petunjuk lengkap juga bisa Bunda simak di blog post ini dan versi video di link youtube ini.


Artikel ini bagian dari: Seri Marketplace


Cara Jualan di Tokopedia: The Tips, Do’s, and Don’ts

Di artikel kali ini kita akan membahas tentang Do’s and Don’ts singkat jualan di tokopedia agar laris manis.. 😉

Saya sendiri adalah tokopedia seller sejak 2015 hingga saat ini. Tokopedia adalah salah satu marketplace pertama yang ada di Indonesia.

Sebelum Tokopedia, biasanya orang perorangan jual beli melalui forum seperti Kaskus. Transaksi di Kaskus biasa mengunakan “rekber” = “rekening bersama”.

Adanya Tokopedia kurang lebih bersifat seperti itu. Yakni sebagai “rekber” saat seseorang melakukan transaksi.

Langsung menuju tips..


The Tips

  • Sebagai penjual online, kita juga harus sering belanja online agar lebih memahami customer experiences. Nantinya Bunda bisa menjalani toko dan melayani konsumen sebagaimana toko paling baik yang ada dibayangan Bunda dan bagaimana Bunda ingin dilayani sebagai pembeli.
  • Jangan takut Iklan. Nominal bid dan produk apa yang perlu diiklankan perlu test dari waktu ke waktu. Lama kelamaan Bunda akan memahami polanya. Seperti kapan tanggal terbaik untuk beriklan (Setelah gajian? Awal bulan?), jam berapa yang paling efektif (jam makan siang? malam hari?), dan jenis iklan terbaik (Push? Topads?).
  • Terus belajar. Baca artikel.
  • Ikut grup-grup online sellers. Bisa di facebook, forum, dan whatsapp/telegram.
  • Trial and error. Jangan takut mencoba hal-hal baru. Misalnya, ganti gambar, tambah voucher diskon, cashback, dsb.

The Do’s

  • Langganan gold merchant. Di tokopedia, gold merchant memiliki beberapa keunggulan. Tapi menurut saya, keunggulan yang paling penting adalah bisa cetak alamat sekaligus dan analisis penjualan.
  • Fast response. Balas diskusi dan chat secepat mungkin. Tidak lebih dari satu jam pada jam kerja.
  • Gunakan foto sendiri. Bunda bisa foto produk dengan background putih atau solid colour lain untuk mendapat kesan yang simpelBackground kayu bisa digunakan untuk kesan vintage.
  • Edit foto agar unik. Jika tidak sempat foto sendiri, Bunda bisa edit foto di program seperti Canva (gratis) atau Photoshop (berbayar). Bisa juga di aplikasi smartphone, misalnya Photogrid.
  • Gunakan branding. Biasanya seller yang jualan di tokopedia juga jualan di marketplace lain. Disini Bunda bisa menyamakan foto produk, logo, dan nama toko di semua marketplace.
  • Bersikap baik kepada customers. Meskipun banyak tanya (padahal sudah dijelaskan di deskripsi), kasih rating jelek (karena alasan yang tidak jelas), dan sebagainya, tetap bersikap baik kepada customers is the best attitude. Jika sudah keterlaluan (misalnya membatalkan pesanan yang sudah dikirim), Bunda bisa lapor ke customer service.
  • Daftar promo marketplace. Misalnya promo Ramadhan, promo Valentine Days, dsb. Produk yang terdaftar di promo akan ada di halaman depan dan lebih diprioritaskan saat ada customer yang search produk.
  • Catat pemasukan dan pengeluaran. Saya sendiri menggunakan buku tulis + spreadsheet untuk mencatat dan mengolah data keuangan. Catatan ini berguna untuk mengetahui profitabilitas toko dan per produk. Jika Bunda ingin melakukan promo pun data keuangan ini sangat berguna untuk menentukan promo yang akan Bunda lakukan. Juga untuk menganalisis apakah promo sukses (meningkatkan profit) atau tidak.

The Don’ts

  • Cek harga kompetitor setiap hari. Dulu saya sempat melakukan ini. Tapi lama-lama sangat wasting time dan tidak terlalu mempengaruhi penjualan. Lebih baik research harga dan kompetitor satu bulan sekali atau dua minggu sekali. Lalu gunakan waktu yang tersisa untuk hal yang lebih bermanfaat, seperti edit foto, update deskripsi, dan promosi.
  • Membiarkan deskripsi kosong atau tidak update. Kadang saya menemui ada toko yang hanya upload produk tanpa menuliskan deskripsi apa-apa di produknya atau hanya menulis sedikit. Meskipun kadang pembeli tidak membaca teliti deskripsi, adanya deskripsi (apalagi yang panjang) menunjukkan keseriusan seller dalam berjualan online.
  • Asal-asalan dalam packing barang. Saya pernah hanya menggunakan kresek bekas untuk packing barang (haha). Belakangan saya baru sadar untuk serius dalam packing barang. Tergantung produk apa yang Bunda jual, packing barang penting selain agar terlihat profesional, juga agar isi dalam paket tidak rusak.
  • Cuek dengan agen ekspedisi. Bunda perlu membangun hubungan yang baik dengan agen ekspedisi karena who knows ke depannya akan ada masalah dengan ekspedisi. Walaupun bukan kesalahan seller, pembeli tetap menganggap seller dan ekspedisi tidak terpisahkan. Jadi kalau ada kesalahan yang padahal kesalahan ekspedisi, toko Bunda akan kena akibatnya juga (misalnya, rating buruk atau pembeli tidak mau belanja di toko kita lagi)

Jualan di Bukalapak dan Shopee?

Jualan di Bukalapak dan Shopee kurang lebih sama dengan jualan di Tokopedia.

Perbedaan ada pada step-by-step buka toko, upload barang, dan semacamnya.

Juga berbeda jenis promo dan iklan yang tersedia.

Untuk tips, do’s, dan don’ts kurang lebih sama..

Semoga sukses selalu, Bun!

The following two tabs change content below.

Ahda Aditya

Hello! I'm a wife and mom of 3. Also a baby food online store owner and this blog creator. Love playing around with numbers. Love to read and sew and draw. Spending time with family is my ultimate happiness.. ♡

Latest posts by Ahda Aditya (see all)